Rintihan Hati Lelaki Berdosa
AKU MERUSAK DIRIKU SENDIRI
Jadilah aku resmi menjadi pacar Anna. Tiga bulan aku pacaaran, rasanya dunia indah sekali. Kami sering makan bersama, pergi, jalan, mancing, dan shoping bersama. Oya, seiring percintaanku dengan Anna, ternyata Helda juga resmi berpacaran dengan mulyadi, temanku juga. Hampir tiada waktu yang kami lewatkan.
Pulang kerja pun aku sempatkan mampir kerumah Anna. Begitulah indahnya masa itu. Hingga tanpa sadar hubungan kami makin rapat.
Hari minggu, sore di saat Anna datang ke mesku. Aku sedang tidur-tiduran sambil mendengarkan mussik sendirian. Seperti biasa kami tidak melewatkan kesempataan itu untuk kencan.
Tapi kami kali ini benar - benar lupa. Entah bagaimana benteng keperjakaan tak mampu aku pertahankan. Kami telah melakukan hal yang hanya boleh dilakukan pasangaan yang sudah menikaah.
waktu itu aku menangis dan berteriaak.....Aku tidak tau apa yang telaah aku lakukan. Janjiku dengan orang tua pergi merantau untuk mencari pengalaman, sudah ku ingkaari. Aku telah jauh melangkah, bahkan dari norma-norma yang selama ini aku pertahankan.
aku telah merusak diriku sendiri. Mengenyampinkan pelajaran agama yang selama ini aku tuntut di sekolah. Aku lupa tuhan, aku lupa segalanya. " Maafkan aku Ayah, aku telah membuatmu kecewa."
Ku kutuk diri waaktu itu. Tetapi aku lupa ternyata itulah awal dari kebejatanku. Penyesalanku ternyata hanya sesaat. Sejak peristiwa itu kami jadi ketagihan untuk mengulanginya. bukan saja Anna, aku juga melakukan dengan orang lain.
Teman Anna. Dia Leha, gadis manis berkulit putih dan berambut ikal mayang. Dengaan Leha aku melakukan pertama kalidi mesku. Ia datang ke mesku ketika aku sedang mengosok baju di kamar. ketika itu hari hujan, dan leha yang kebetulan lewat di depaaan mesku.
Niatnya mungkin numpang berteduh. Tapi ketika itu aku sssudah rusak. Aku menggangap inilah kesempatan. Leha masuk ke kamarku, aku merayunya, dia mau. Dan malam itu kami melakukan di kamarku. Malam itu aku telah menghianati Anna.
Aku tahu Anna sangat mencintaiku. Tapi hidupku mulai di kuasai nafsu. Terlalu mudah bagiku untuk memuaskan nafsu. Kalau tidak Anna ya Leha, keduanya selalu mau ketika ku ajak.
Aku betul - betul bejat. Aku tidak takut dosa. Aku mulai meningalkan sholat yang sebelumnya sering aku lakukan. Anna tidak tahu kalau aku juga akhirnya menjalin kassih dengan Leha.
Sementara Leha yang tahu hubungan aku dengan Anna juga diam saaja, pasrah menerima apa adanya. Beberapakali aku tidur dengan Leha, di mesnya bertemu dinding mes managerku. Ya, Leha memang karyawan di bagian rumah tangga.
Bersama karyawan lain ia bertugas mengurusi semua kebutuhan para pejaabat tinggi di perusahaan tersebut. Makanya tempat tinggalnya satu komplek dengan para bos.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar